Tampilkan postingan dengan label kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kasus. Tampilkan semua postingan

10 April 2015

Mengubah Nilai Default TTL di windows



Pengertian TTL (Time To Live) pada jaringan komputer dapat dilihat pada entry blog saya sebelumnya melalui link berikut <<pengertian TTL>>.

Pada entry blog ini, akan saya sampaikan cara merubah nilai default TTL dari sebuah Operating System windows.
Pada umumnya, beberapa OS windows memiliki nilai default TTL sendiri. seperti contoh, pada windows 7 ultimate 64-bit memiliki nilai default TTL 128.

Dapat dicek dengan cara melakukan "ping" ke localhost/127.0.0.1.

Nilai default TTL ini dapat diubah dengan cara sebagai berikut:

1. Buka Windows Registry Editor (regedit.exe).


2. Pada HKEY_LOCAL_MACHINE subtree, masuk ke \SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters.


3. pada pane sebelah kanan, tambahkan value seperti berikut:

Name: DefaultTTL
Type: DWORD
Valid Range Data: 1-255 (decimal), pada contoh gambar saya set ke 16.


4.    Setelah itu, reboot PC dan cek kembali nilai default TTL dari OS windows tersebut dengan cara ping ke localhost/127.0.0.1.

Teknik mengubah nilai TTL yang melewati router mikrotik, dapat dilihat pada link berikut. <<mengubah ttl mikrotik>>. Contoh penerapan/implementasi dari pengubahan nilai TTL silahkan kunjungi link berikut. <<internet hanya bisa digunakan di satu perangkat>>.

ISP: internet hanya bisa digunakan di satu perangkat (part 2)

Pada entry blog ini, akan saya sampaikan salah satu teknik agar internet hanya bisa digunakan di satu perangkat.
Latar belakang pembuatan tutorial ini, dapat dilihat pada entry blog saya sebelumnya. <<ISP: internet hanya bisa digunakan di satu perangkat (part 1)>>

Agar internet hanya bisa digunakan di satu perangkat seperti yang dibahas pada entry saya sebelumnya, kita bisa memanfaatkan fitur pengubahan nilai TTL yang melewati router mikrotik.

Sesuai penjelasan saya pada entry ini <<pengertian time to live>>, bahwa nilai TTL akan berkurang 1 setiap paket data melewati sebuah router, dan jika nilai TTL yang diterima oleh sebuah router bernilai 1 maka router tersebut tidak akan melewatkan traffik ke route selanjutnya.


Contoh seperti gambar di atas, TTL awal bernilai 64. Setelah melewati sebuah router, nilai TTL berkurang 1 menjadi 63.

Mikrotik mempunyai fitur untuk merubah nilai TTL yang masuk ke dalam router. Seperti contoh pada gambar di bawah ini, nilai TTL awal = 64. setelah masuk ke dalam router mikrotik, nilai TTL yang seharusnya berkurang 1, dapat dirubah sesuai kebutuhan. Pada contoh gambar di bawah ini nilai TTL diubah menjadi 1.



Perubahan nilai TTL menjadi 1, menjadikan sebuah paket yang melewati router tersebut tidak akan dapat melewati router lagi.


Maka, apabila ingin melakukan sistem distribusi internet seperti yang dibahas pada entry blog saya sebelumnya <<internet hanya bisa digunakan di satu perangkat>>, dapat memanfaatkan fitur seperti ini.

Step by step konfigurasi mengubah nilai TTL yang masuk pada router mikrotik, dapat dilihat pada entry blog selanjutnya.

ISP: internet hanya bisa digunakan di satu perangkat (part 1)


ISP: internet hanya bisa digunakan di satu perangkat (part 1
Sekitar pertengahan tahun 2013, ada sebuah reseller dari suatu ISP yang menawarkan koneksi internet ke salah satu Sekolah Dasar di desa saya. Guru SD di sana pun berkonsultasi kepada saya untuk memilih paket koneksi internet yang paling sesuai dengan kondisi yang ada di SD tersebut.

Pada brosur yang dititipkan oleh pihak reseller kepada guru tersebut, tertampil dua type paket internet.
1. tarif normal, mulai dari 128kbps hingga 2mbps dengan harga yang relatif sama dengan ISP-ISP lain yang menggunakan media wireless.
2. ada sebuah program yang digalangkan oleh pihak reseller tersebut untuk mendistribusikan internet secara gratis pada Sekolah Dasar di wilayah-wilayah pedesaan seperti desa saya tersebut. Namun hanya satu komputer saja yang bisa akses ke internet.

Niat saya menyarankan untuk mengambil layanan nomor 2. karena saya pikir kala itu, yang dimaksud "hanya bisa digunakan untuk 1 perangkat" adalah ip address yang diberikan oleh ISP hanya ada 1 IP atau menggunakan subnet /30. Kalau IP itu kita pasang di router baru, kemudian PC-PC di sana mendapatkan distribusi internet dari router tersebut kan nanti tetap bisa dibuat akses ke internet dari banyak PC, tidak hanya 1 PC saja yang bisa akses ke internet.

Setelah saya konfirmasi ke pihak reseller, saya mendapatkan info, kalaupun diberi router, akses internet tidak akan dapat didistribusikan oleh router tersebut ke PC di bawahnya. karena distribusi internet hanya bisa untuk 1 segmen network lagi di bawah router distribusi milik reseller.

Akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk memilih type paket yang pertama.

Contoh kasus lagi, saya pernah mendengar kabar dari teman saya bahwa di rumahnya ada broadcast sebuah SSID free wifi yang bebas dipakai.
Niatan mau dibuat bisnis, pasang receiver untuk konek ke SSID free wifi tersebut, kemudian hubungkan ke router, kemudian didistribusikan (:red dijual) ke wilayah lain yang tidak terkena broadcast SSID tersebut.
wow, magic, internet kagak bisa dipakai menggunakan sistem kayak gitu.

Jujur sejak saat itu saya penasaran sekali, bagaimana caranya bisa dibuat system distribusi internet seperti itu. Akses internet hanya bisa digunakan pada satu segmen network di bawah nya saja, kalau diberi router lagi kemudian didistribusikan lagi ke jaringan di bawah router baru tersebut, tidak akan bisa.

Alhamdulillah setelah belajar beberapa materi mikrotik di ID Networkers, penasaran saya terhadap hal diatas cukup luntur sudah. Mikrotik bisa melakukan sistem distribusi semacam itu.

Tutorial lengkap agar "internet hanya bisa digunakan di satu perangkat" silahkan klik link berikut <<internet hanya bisa digunakan di satu perangkat [part2]>>.

key=change ttl to 1